Patient Safety
Keselamatan menjadi dasar pengkajian, komunikasi, tindakan, dokumentasi, kolaborasi, dan evaluasi.
Kurikulum mengintegrasikan pengalaman praktik klinik, keluarga, komunitas, manajemen, kegawatdaruratan, karya ilmiah, dan praktik elektif untuk membentuk Ners yang kompeten, aman, humanis, serta profesional.
Pendidikan Profesi Ners merupakan tahap penerapan kompetensi setelah pendidikan Sarjana Keperawatan. Mahasiswa belajar melalui pelayanan langsung di bawah bimbingan dosen dan clinical instructor.
Kurikulum dirancang agar mahasiswa mampu memberikan asuhan yang aman, membuat keputusan klinis, berkomunikasi, melakukan edukasi, memimpin pelayanan, menggunakan bukti ilmiah, dan mengembangkan diri secara profesional.
Kurikulum menghubungkan kebutuhan pasien, standar profesi, ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, dan perkembangan pelayanan kesehatan.
Keselamatan menjadi dasar pengkajian, komunikasi, tindakan, dokumentasi, kolaborasi, dan evaluasi.
Pasien dan keluarga dilibatkan sebagai mitra dalam pengambilan keputusan dan kesinambungan asuhan.
Keputusan praktik didukung bukti ilmiah, pengalaman klinis, data, serta kebutuhan pasien.
Teknologi digunakan secara etis untuk pembelajaran, dokumentasi, komunikasi, dan peningkatan pelayanan.
Mahasiswa belajar berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan berbagai profesi kesehatan.
Pengelolaan asuhan, prioritas, delegasi, supervisi, mutu, dan risiko dikembangkan dalam praktik.
Pengalaman praktik dianalisis untuk mengembangkan penalaran, kesadaran diri, dan perbaikan berkelanjutan.
Mahasiswa dipersiapkan menghadapi perkembangan ilmu, teknologi, standar, dan kebutuhan pelayanan global.
Struktur berikut menggambarkan sebelas mata kuliah dan rotasi utama yang membentuk pengalaman Pendidikan Profesi Ners.
Menguatkan penerapan kebutuhan dasar, komunikasi, keselamatan, pencegahan infeksi, dokumentasi, dan keterampilan fundamental.
Mengembangkan asuhan pasien dewasa dengan masalah akut maupun kronis pada berbagai sistem tubuh dan tingkat ketergantungan.
Menerapkan asuhan atraumatik dan berpusat pada keluarga kepada bayi, anak, serta remaja dalam kondisi sehat maupun sakit.
Mengembangkan asuhan pada perempuan, ibu, bayi baru lahir, dan keluarga sepanjang masa reproduksi serta periode perinatal.
Mengembangkan hubungan terapeutik, pengkajian psikososial, intervensi keperawatan jiwa, pemulihan, serta dukungan keluarga.
Mengembangkan asuhan lansia yang mempertimbangkan perubahan fungsi, penyakit kronis, kemandirian, kualitas hidup, dan dukungan keluarga.
Mengembangkan kemampuan mengelola asuhan, komunikasi tim, prioritas, sumber daya, supervisi, mutu, dan keselamatan pelayanan.
Mengembangkan respons cepat, pengkajian primer, stabilisasi, pemantauan, komunikasi, dan kolaborasi pada pasien gawat serta kritis.
Mengembangkan pengkajian, asuhan, edukasi, pemberdayaan, promosi kesehatan, dan koordinasi pelayanan pada keluarga serta masyarakat.
Mengintegrasikan analisis masalah praktik, penelusuran bukti, penerapan intervensi, evaluasi hasil, dan komunikasi ilmiah.
Memberikan pengalaman terarah untuk memperdalam bidang minat, layanan tertentu, inovasi, atau kompetensi tambahan yang relevan.
Metode pembelajaran disesuaikan dengan capaian kompetensi, karakteristik area praktik, kebutuhan pasien, dan tingkat kemandirian mahasiswa.
Bimbingan terstruktur oleh dosen dan clinical instructor untuk mencapai target kompetensi dan kemandirian praktik.
Diskusi sebelum dan sesudah praktik untuk merencanakan asuhan, mengevaluasi keputusan, dan melakukan refleksi.
Pembelajaran langsung bersama pasien dengan menjaga privasi, etika, komunikasi, dan keselamatan.
Analisis kasus membantu mahasiswa mengembangkan penalaran klinis, argumentasi, dan kolaborasi.
Mahasiswa menelusuri, menilai, dan menggunakan bukti ilmiah untuk mendukung peningkatan kualitas asuhan.
Simulasi digunakan untuk melatih prosedur, komunikasi, keselamatan, keputusan, dan kesiapan evaluasi kompetensi.
Pencapaian mahasiswa dinilai melalui berbagai sumber bukti agar mencerminkan pengetahuan, keterampilan, komunikasi, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan refleksi.
Menilai pengkajian, keputusan, intervensi, evaluasi, keterampilan, keselamatan, dan kemampuan memberikan asuhan.
Menilai disiplin, integritas, etika, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, dan penghargaan terhadap pasien.
Merekam pengalaman praktik, target kompetensi, tindakan, refleksi, serta validasi pembimbing.
Menilai analisis kasus, argumentasi, penggunaan bukti, penyusunan laporan, dan komunikasi ilmiah.
Evaluasi dapat dilakukan melalui observasi prosedur, simulasi, ujian praktik, dan OSCE.
Menilai kemampuan mengintegrasikan masalah praktik, bukti ilmiah, evaluasi hasil, dan pembelajaran profesional.
Setiap area praktik dilaksanakan melalui persiapan, kontrak kompetensi, pengalaman pelayanan, supervisi, refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut.
Mahasiswa menggunakan dokumen resmi sebagai acuan registrasi, pelaksanaan praktik, evaluasi, dan penyelesaian pendidikan.
Dokumen ini menjadi salah satu rujukan umum mengenai penyelenggaraan pendidikan, kurikulum, registrasi, evaluasi, dan ketentuan akademik.
Jadwal rotasi, pembimbing, lahan praktik, tugas, dan evaluasi mengikuti pengumuman resmi Program Studi pada tahun akademik berjalan.
Kenali profil lulusan, sistem pembelajaran, dosen, akreditasi, dan informasi penerimaan Program Studi.